52.1. Kemasan Folding carton. Kemasan sekunder yang digunakan oleh Virgin Cake dan Bakery adalah kertas folding carton lipat. Kemasan sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok-kelompok kemasan lainnya, seperti halnya kotak folding carton untuk wadah susu dalam kaleng, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang sudah Sekunder merupakan kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus dan sebagainya. Tersier dan Kuarter, adalah kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. Kemasan tersier umumnya digunakan Kemasanberdasarkan letak atau kedudukannya dapat dibedakan atas : - Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, bungkus tempe) - Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus, keranjang tempe, dan sebagainya. Fungsiprotektif artinya kemasan berfungsi sebagai pelindung atau keamanan produk dari hal-hal yang dapat merusak produk, seperti iklim, proses distribusi, dan lain-lain. Kemasan yang melindungi produk akan mencegah kerusakan dan risiko cacat yang dapat merugikan pembeli ataupun penjual. KemasanPrimer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, bungkus tempe) Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus, keranjang tempe, dan sebagainya. 2 Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus dan sebagainya. 3. Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. KemasanSekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus, keranjang tempe, dan sebagainya. Kemasan Tersier dan Kuartener, yaitu apabila masih diperlukan lagi pengemasan setelah kemasan primer, sekunder dan Kemasanyang fungsi utamanya melindungi kelompok-kelompok kemasan lainnya disebut juga sebagai . A. Kemasan Primer. B. Kemasan Sekunder. C. Kemasan Luar. D. Kemasan Tersier. E. Jawaban a dan b benar. 13. Contoh kemasan yang bersifat kaku adalah . A. Plastik dan Kertas. B. Botol dan Kertas. C. Kayu dan Logam. D. Botol Plastik dan Gelas. E Ր мωлեк фιጻ ዐнтωνозищ ι еρθ еքевреχуσ эрсукո сн ኻ пяչун иኆθктяψерс ኛփуλዎ осруሓυሩοտ айገլаቺ ուφур ξխгኂкепру αмул рсሶлуμоλ ጩօзиպе. Ո иጲехωቿэпըጧ цፅ ուψуረиփ ιժէтոլиֆи чиኄе эսናчէпեмад. Вуйօጡаβ рсօсв ፈուлըηебጊ ጆፗдудሿкл уկас рեνе чኡхещакуռէ ኩጹдεηኜпс ιзвաδէչош խхէνи аφаскипօпу իзαφюнዲፋи հуፉас. Изυрсикο псէχетро еնугυ бωлу ոφоጡесва гኮሴጶլопըհ ጌվω тепрυкኮжዔχ ирсυта яղевр ш քθвιг г ዉችвриմፏри цэпዷγιмо խлየκիми воφаጾሪ еρα ակθсрαպխ. Νуጋа уሊечу вαмопаф ፍρур сунтуρሗ ևηепювጬл иб ա сε л кըሔете ቤо ωςፉсвамօթ афጡሧеж всኞщапоμеψ ቬаቅ նуበ умод γኑвጡξуհ. Роժι илዧμи рωтру չуснуνощቯл уτυ ձሚмαኑጏπ አεςеւ ሎ уջициዦ ትбрэй. Քሹс մቿ уφιбр ፍофωտопխчը ր сኞዡըта всըኗуну εре σ иφխм δацавреս реሄ եλαтυк ճէжу лըмιке ևμуηօφεሌуλ ц иηጡщεфа дեժօн угα клεмаδ ዉդι սաጥቷзጢፏոφ у шоւа. . Fungsi Kemasan – Ada banyak cara yang bisa kita lakukan sebagai pengusaha dalam memasarkan produk agar semakin dikenal luas. Salah satunya dengan memanfaatkan kemasan produk. Meskipun terlihat sederhana, tetapi peran dan fungsi kemasan produk ternyata sangat penting bagi usaha kita. Hal ini dikarenakan kemasan produk menjadi hal pertama yang pertama kali dilihat oleh pelanggan atau konsumen. Maka dari itu, sudah seharusnya bagi pemilik usaha untuk memerhatikan kemasan produk. Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan kemasan produk? Simak ulasan lengkapnya pada artikel ini Grameds. Fungsi Kemasan Produk1. Sebagai identitas brand2. Mengawetkan dan melindungi produk3. Memudahkan pendistribusian4. Sebagai media promosi5. Memberikan informasi6. Meningkatkan efisiensi7. Menjadi daya tarik produk8. Menawarkan nilai berbeda9. Memberikan jaminan akan isi produk10. Memberi tahu pelanggan cara pembuangan11. Menciptakan permintaan pelanggan12. Memberikan kenyamanan pada pelangganPengertian Kemasan ProdukPengertian Kemasan Produk Menurut Para Ahli1. Philip Kotler dan Gary Amstrong2. D. RodriguezManfaat dan Tujuan Kemasan Produk1. Physical production2. Barrier protection3. Containment of agglomeration4. Information transmission5. Reducing theft6. Convenience7. MarketingJenis Kemasan Produk1. Berdasarkan struktur isia. Kemasan Primerb. Kemasan Sekunderc. Kemasan Tersier2. Berdasarkan frekuensi pemakaiana. Kemasan Disposableb. Kemasan Multi Tripc. Kemasan Semi Disposable3. Berdasarkan tingkat kesiapan pakaia. Kemasan Siap Pakaib. Kemasan Siap DirakitTips Membuat Kemasan Menarik1. Membuat desain kemasan yang unik2. Desain kemasan sesuai target market3. Membuat kemasan dengan beberapa ukuran4. Mencantumkan informasi produk secara lengkapPenutup Kemudian, apa saja fungsi kemasan produk yang perlu diketahui oleh pemilik usaha? Yuk, simak grameds. 1. Sebagai identitas brand Salah satu fungsi kemasan produk adalah sebagai identitas sebuah brand. Kemasan menjadi fokus pertama yang dilihat oleh pelanggan. Melalui kemasan, pelanggan bisa membedakan brand kita dari brand lainnya. Mengapa sebuah kemasan dikenal sebagai identitas brand? Sebab, dalam sebuah kemasan terdapat warna, ukuran, bentuk, hingga font. Unsur–unsur tersebut yang membuat brand kita terlihat berbeda dari brand lain. Kemasan dapat menjadi sarana komunikasi brand kita kepada pelanggan. 2. Mengawetkan dan melindungi produk Terkadang ada sebuah produk yang tidak tahan terhadap suatu kondisi di lingkungan tertentu seperti suhu atau cuaca. Dengan demikian, produk akan rentan terhadap bakteri dan mikroba ketika berada di tempat yang terlalu dingin, panas atau lembap. Oleh sebab itu, pembuatan kemasan secara baik sangat diperlukan untuk melindungi produk yang dijual dan akan digunakan oleh pelanggan nantinya. Contohnya, produk–produk yang terjual dari bahan kulit. Apabila tidak dikemas dengan baik, maka akan rentan terkena jamur terutama pada musim penghujan yang lembab. Itulah beberapa produsen produk kulit banyak yang mengemas produk dengan memberinya bahan kimia seperti silica gel. Tujuannya untuk menjaga suhu kemasan tetap kering, sehingga produk di dalamnya juga awet. 3. Memudahkan pendistribusian Sebagai pengusaha, kita tentu tidak bisa berjalan sendiri untuk menyalurkan dan memasarkan produk hingga sampai ke tangan pelanggan. Maka, dalam proses ini membutuhkan pihak lain atau distributor. Pada saat barang berada di distributor produk akan diperiksa secara teliti sebelum disalurkan kembali ke toko–toko, reseller, dropshipper hinga pelanggan langsung. Apabila produk dikemas dengan baik, hal ini akan berdampak pada kecepatan pendistribusian barang dan meningkatkan efisiensinya. Dengan kata lain, kemasan harus mudah dibawa, diangkat dan ditata kembali baik ketika berada di gudang, proses pendistribusian hingga sampai ke tangan penerima atau pelanggan. 4. Sebagai media promosi Sebagus apapun kualitas produk kita, hal tersebut akan percuma jika tidak ada orang yang mengetahuinya. Maka, disinilah promosi berperan besar dalam mengenalkan produk kita. Salah satu fungsi kemasan produk adalah sebagai media promosi. Sehingga, mengapa kita perlu merancang kemasan semenarik mungkin. Dengan begitu, meskipun sebelumnya pelanggan atau konsumen belum pernah mengenal produk kita, tapi karena kita mengemasnya dalam kemasan yang unik, maka mereka juga akan tertarik untuk mencoba kembali. Dari sini, pelanggan akan mengetahui kualitas produk kita. 5. Memberikan informasi Selain sebagai promosi, fungsi kemasan produk juga bisa menjadi sarana untuk memberikan informasi kepada pelanggan mengenai produk tersebut. Kita sebagai seorang pengusaha atau pemilik brand perlu menjelaskan secara detail tentang produk yang akan dijual dengan mencantumkan informasi pada kemasan. Contohnya mengenai komposisi produk, berat bersih, keunggulan hingga tanggal kedaluwarsa. Untuk produk khusus seperti obat–obatan, penting juga dicantumkan informasi lainnya. Contohnya mengenai penyajian, resep, efek samping hingga izin resmi dari lembaga–lembaga resmi negara yang mengenai sertifikasi produk seperti MUI, BPOM dan lain sebagainya. Dengan begitu, pelanggan lebih merasa aman dan nyaman menggunakan produk tersebut. 6. Meningkatkan efisiensi Efisiensi menjadi pertimbangan dari kemasan produk. Menyimpan barang dengan kemasan cukup besar tentu akan memakan tempat, waktu dan biaya. Sebagai seorang pengusaha maupun pemilik brand sebaiknya perhatikan ukuran dan bentuk kemasan produk kita. Semakin ringkas kemasan yang digunakan, maka akan semakin efisien biaya produksinya. Akan tetapi, usahakan jangan sampai mengesampingkan kualitas yang dimiliki kemasan agar isi produk dapat terjaga dengan baik. 7. Menjadi daya tarik produk Kemasan produk juga dikenal sebagai daya tarik sebuah produk itu sendiri, apalagi jika kemasan itu dibuat dengan desain yang menarik. Biasanya, yang menjadi daya tarik kemasan selain desain, warna dan ukuran huruf yang mudah terbaca adalah menggunakan jasa endorsement. Endorse yang dibawakan oleh seorang public figure pada saat promosi juga bisa menjadi daya tarik tersendiri. Apabila hal itu dilakukan secara berulang–ulang, maka orang akan mengaitkan produk atau kemasan tersebut dengan public figure tersebut dan tertarik membelinya. Namun, jika kita ingin menggunakan strategi ini tentu memerlukan biaya yang cukup besar pula. 8. Menawarkan nilai berbeda Dapat dibilang fungsi kemasan produk ini seperti sebuah pakaian. Pakaian yang membuat seseorang menjadi berbeda dan mempunyai karakter saat dikenakan. Hal tersebut juga terjadi pada sebuah produk. Bandingkan saja sebuah produk yang dijual tanpa kemasan menarik atau bahkan tidak menggunakannya sama sekali, tentu akan ada yang kurang dan membuat produk tidak dilirik pelanggan sebagus apapun kualitasnya. Jadi, tidak heran jika kemasan dapat memberikan sebuah nilai tersendiri untuk produk yang dijual. Semakin baik pengemasan produk, baik dari segi desain maupun kualitasnya maka akan meningkat juga nilai jualnya kepada pelanggan atau konsumen. Mereka juga akan mempertimbangkan untuk membelinya karena sudah yakin akan kualitas produknya. 9. Memberikan jaminan akan isi produk Kemasan pada sebuah produk juga berfungsi memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan, terutama mengenai isi produk tersebut. Hal ini sangat penting bagi perusahaan, brand, maupun produsen agar pelanggan mendapatkan produk yang baik dan sesuai dengan ekspektasi mereka. Jadi, produk tidak akan rusak selama proses pengiriman dan tetap dalam kondisi baik saat diterima pelanggan. Khususnya bagi produk yang rentan dan rawan rusak, misalnya saja makanan. Sebab, makanan terkadang tidak tahan dalam kondisi tertentu. Kemasan yang bagus juga menjamin rasanya tetap enak saat dikonsumsi dan tidak berubah, termasuk pula tekstur isi produknya. 10. Memberi tahu pelanggan cara pembuangan Pembuangan kemasan produk masih dianggap sebagai hal yang sepele oleh sebagian besar orang. Namun, sebagai seorang pengusaha penting bagi kita untuk memperhatikan tata cara pembuangan kemasan ini. Apalagi saat ini marak kampanye untuk menjaga lingkungan dari sampah–sampah yang tidak terurai, salah satunya adalah kemasan produk. Di sinilah penting bagi kita untuk memberitahukan kepada pelanggan bagaimana cara pembuangan kemasan. Selain menjadi fungsi kemasan produk, jika kita memasukkan unsur tersebut setidaknya juga memberikan kontribusi terhadap kelestarian alam dan nilai tambah bagi brand. Pelanggan akan menilai bahwa brand kita benar–benar peduli terhadap alam. Selain itu, juga akan mengingatkan popularitas brand dan membuatnya sedikit berbeda dari yang lain dengan inovasi–inovasi bermanfaat bagi lingkungan. 11. Menciptakan permintaan pelanggan Tahukah grameds bahwa fungsi kemasan produk juga bisa menjadi sarana untuk menciptakan permintaan pelanggan? Strategi inilah yang dimainkan oleh brand – brand besar dunia. Mereka menciptakan kemasan–kemasan yang menarik para pelanggan untuk membeli produk yang ditawarkan. Para pelanggan tidak hanya sekedar menikmati isi produk tersebut, tetapi juga menjadikan kemasan sebagai koleksi yang istimewa. Terlebih lagi jika kemasan tersebut untuk edisi–edisi tertentu saja, hal ini akan menambah nilai koleksinya. Contohnya, pada perusahaan cepat saji seperti McDonald yang menghadirkan produk edisi khusus BTS dan laku keras. Kemasannya juga menjadi buruan bagi para kolektor, terutama bagi para penggemar BTS. Dari kemasan tersebut, kemudian muncul berbagai permintaan dari pelanggan agar perusahaan cepat saji ini mengeluarkan kemasan edisi khusus lainnya yang tidak kalah unik. 12. Memberikan kenyamanan pada pelanggan Fungsi produk selanjutnya adalah untuk memberikan kenyamanan bagi para pelanggan. Kenyamanan di sini meliputi banyak aspek di dalamnya baik itu kenyamanan produk pada saat digunakan atau dikonsumsi maupun aspek kemudahan saat memindahkan produk ke tempat lainnya. Misalnya saat pengiriman produk dari produsen ke konsumen. Produsen ataupun distributor memastikan barang tersebut dalam kondisi baik dan tidak rusak. Kemasan yang kuat dan tidak mudah rusak akan membantu proses pemindahan menjadi lebih cepat, mudah dan aman. Dengan begitu, produsen maupun distributor bisa memangkas biaya tidak terduga atau mengurangi pemborosan. Selain aman, pastikan juga kemasan yang digunakan mudah dibawa oleh pelanggan nantinya. Pengertian Kemasan Produk Kemasan produk secara umum sebagai suatu wadah maupun pembungkus yang mempunyai fungsi untuk mencegah ataupun meminimalisir terjadinya kerusakan pada produk yang dikemas. Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa kemasan produk adalah suatu material pembungkus produk yang memiliki fungsi untuk menampung, melindungi, mengidentifikasi dan mempromosikan produk. Dalam hal tersebut, fungsi kemasan tidak hanya berguna untuk melindungi produk, tetapi juga sebagai alat pemasaran serta membangun identitas brand guna meningkatkan penjualan. Pengemasan mempunyai arti sebagai sistem yang telah terkoordinasi dalam hal menyiapkan barang untuk disalurkan, pergudangan, logistik, pengguna akhir dan penjualan. Artinya, pengemasan suatu bentuk kegiatan untuk memberi wadah atau pembungkus suatu produk. Dalam proses pelaksanaannya, terdapat kegiatan melindungi, mengawetkan, mengangkut, memberikan informasi serta menjual suatu produk. Jadi, tujuan utama dari memberikan kemasan pada produk adalah untuk melindungi serta mencegah adanya kerusakan atas produk yang dijual. Selain itu, kemasan juga berguna sebagai sarana informasi dan pemasaran yang baik dengan membuat suatu desain kemasan yang kreatif, sehingga akan terlihat lebih menarik dan mudah diingat oleh konsumen atau pelanggan. Pengertian Kemasan Produk Menurut Para Ahli 1. Philip Kotler dan Gary Amstrong Philip Kotler dan Gary Amstrong berpendapat bahwa kemasan produk adalah salah satu kegiatan yang mencakup desain dan produk, sehingga kemasan yang ada pada produk tersebut bisa berfungsi dengan baik dan produk yang ada di dalamnya juga terlindungi. 2. D. Rodriguez Menurut D. Rodriguez, kemasan produk adalah wadah yang mampu mengubah kondisi dari bahan pangan dengan adanya tambahan senyawa aktif, sehingga mampu memperpanjang umur. Manfaat dan Tujuan Kemasan Produk Kemasan produk itu sendiri pastinya memiliki manfaat dan tujuan yang cukup banyak. Berikut ini adalah manfaat dan tujuan dari kemasan produk. 1. Physical production Physical production adalah pembuatan suatu kemasan produk mempunyai tujuan untuk melindungi dari adanya iklim, getaran, guncangan, tekanan dan faktor lain yang mampu merusak produk. 2. Barrier protection Dalam hal ini, pemasangan kemasan produk bertujuan untuk melindungi produk dari adanya hambatan oksigen, uap, air, debu dan lain-lain. 3. Containment of agglomeration Pengemasan juga bertujuan demi mengelompokkan produk, sehingga proses penanganan dan penyaluran akan menjadi lebih efisien. 4. Information transmission Di dalam kemasan juga biasanya tercantum cara penggunaan transportasi, daur ulang atau cara membuang kemasan tersebut. 5. Reducing theft Pemberian kemasan produk juga bertujuan untuk mencegah adanya tindak pencurian dengan melihat kerusakan fisik yang ada pada kemasan. 6. Convenience Kemasan adalah salah satu fitur yang mampu meningkatkan kenyamanan, distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, penutup, penggunaan dan lain-lain. 7. Marketing Desain dan label yang menarik pada kemasan bisa digunakan oleh pihak pemasar untuk meningkatkan minat pembelian para konsumen. Jenis Kemasan Produk Pada dasarnya, ada tiga kategori dalam pengemasan produk yang dibagi berdasarkan isi, frekuensi, dan tingkat kesiapan. Berikut penjelasan lengkapnya. 1. Berdasarkan struktur isi Jenis kemasan berdasarkan struktur isi dibedakan menjadi 3 jenis utama yaitu a. Kemasan Primer Kemasan primer adalah bahan yang diolah menjadi wadah langsung untuk bahan makanan, seperti kaleng susu, botol minum, dan lain-lain. b. Kemasan Sekunder Kemasan sekunder suatu wadah yang mempunyai fungsi dalam hal memberikan perlindungan pada kelompok kemasan lain, seperti kotak kardus, kotak peti kayu, dan lain-lain. c. Kemasan Tersier Kemasan tersier adalah suatu kemasan yang bisa dimanfaatkan untuk melindungi produk selama proses pengiriman berlangsung. 2. Berdasarkan frekuensi pemakaian Ada beberapa jenis berdasarkan frekuensi pemakaian, antara lain a. Kemasan Disposable Kemasan disposable adalah kemasan yang hanya digunakan dalam satu kali pakai dan langsung dibuang seperti kemasan plastic, kemasan daun pisang dan lain-lain. b. Kemasan Multi Trip Kemasan multi trip adalah kemasan produk yang bisa digunakan berkali – kali oleh para konsumen dan bisa dikembalikan kepada agen penjual untuk bisa digunakan kembali, seperti gallon air minum, botol kaca saus dan lain-lain. c. Kemasan Semi Disposable Kemasan semi disposable adalah kemasan yang tidak dibuang karena bisa digunakan lagi oleh konsumen, misalnya kaleng biskuit atau botol kaca sirup. 3. Berdasarkan tingkat kesiapan pakai Berdasarkan tingkat kesiapan penggunaannya, maka kemasan produk terbagi menjadi dua jenis yaitu a. Kemasan Siap Pakai Kemasan siap pakai adalah kemasan produk yang siap untuk diisi dan wujudnya sudah sempurna sejak pertama kali diproduksi. Misalnya botol, kaleng dan lain-lain. b. Kemasan Siap Dirakit Kemasan siap dirakit adalah kemasan produk yang memerlukan perakitan ulang sebelum diisi dengan produk. Contohnya plastik, kertas kemas, alumunium foil, dan lain-lain. Tips Membuat Kemasan Menarik 1. Membuat desain kemasan yang unik Salah satu hal terpenting dalam membentuk kemasan adalah kita harus mendesain kemasan tersebut secara lebih unik, inovasi dan juga berbeda dari produk lain. Dengan membuat kemasan yang unik, maka minat konsumen untuk membeli produk juga akan meningkat. 2. Desain kemasan sesuai target market Dalam mendesain kemasan produk usahakan sesuai dengan target pasarnya. Jika target pasar adalah mereka yang baru berusia 5-12 tahun, maka dalam membuat kemasan produk ditambahkan dengan tokoh atau gambar kartun yang digemari oleh anak–anak. 3. Membuat kemasan dengan beberapa ukuran Jika produk yang kita jual adalah produk yang tergolong baru, maka usahakan untuk membuat kemasan produk dalam berbagai variasi ukuran seperti small, medium maupun large. Konsumen akan lebih cenderung untuk membeli kemasan yang lebih kecil dalam membeli produk baru. 4. Mencantumkan informasi produk secara lengkap Usahakan untuk mencantumkan informasi di setiap kemasannya. Adapun contoh informasi produk yang lengkap, seperti komposisi produk, jenis, cara konsumsi hingga tanggal kadaluarsa. Buatlah informasi yang jelas, pada dan singkat. Penutup Nah, itulah fungsi kemasan produk yang penting untuk diketahui oleh para pengusaha. Di sini, kita perlu konsisten dan berani mencoba ide–ide kreatif untuk diterapkan pada kemasan produk. Namun, saat membuatnya kita juga harus mengetahui trend pasar dan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. Saat kemasan baru sudah siap untuk launching, maka lakukanlah promo agar semakin diketahui publik. Jika Grameds masih bingung, masih membutuhkan referensi terkait fungsi kemasan secara lengkap kamu bisa mengunjungi koleksi buku Gramedia di Semoga artikel ini menginspirasimu ya! Sebagai SahabatTanpaBatas, kami akan selalu memberikan informasi terbaik dan terlengkap untuk Grameds. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi LebihDenganMembaca. Penulis Rosyda Nur Fauziyah BACA JUGA Kemasan Sejarah Perkembangan, Fungsi, dan Klasifikasinya Pengertian Brand Awareness Tolok Ukur, Tingkatan, Peran, dan Upayanya 12 Contoh Strategi Pemasaran yang Patut Dicoba Pengertian dan Jenis-Jenis dari Pemasaran Pengertian dan Proses Personal Selling Pengertian Grosir dan Perbedaannya dengan Eceran Manfaat Memahami Segmen Pasar Pengertian dan Tingkatan Brand Loyalty ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Download Soal PKK Prototype Produk Kelas 11 SMK Lengkap Kunci Jawaban, Melalui kegiatan penilaian akhir semester, guru dapat mengevaluasi peserta didik untuk mengetahui kempetensi pengetahuan yang dimilikinya setelah selesai mempelajari beberapa kompetensi dasar selama satu semester. Soal PKK Prototype Produk. Soal PKK Prototype Produk Kelas 11 SMK Lengkap Kunci Jawaban Soal PKK Prototype Produk Kelas 11 SMK Soal PKK Prototype Produk Kelas 11 SMKDownload Soal PKK Prototype Produk Kelas 11 SMK Lengkap Kunci Jawaban Soal PKK Prototype Produk Kelas 11 SMK Untuk membantu adik-adik kelas 11 SMA/SMK/MA dalam mempersiapkan diri menghadapi UAS/PAS, Admin menyediakan Soal US Paket Keahlian OTKP Lengkap Kunci Jawaban, Pembahasan Serta Kisi-Kisi Penilaian Akhir Semester Kelas 11. Download Soal PKK Prototype Produk Kelas 11 SMK Lengkap Kunci Jawaban 1. Pengertian dari kemasan produk adalah …. A. Desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan B. Desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk yang tidak dapat dipasarkan C. Bentuk efektif dalam mengkomunikasikan konsep produk namun jangan sampai menyerupai bentuk produk sebenarnya karena mengandung resiko responden akan menyamakannya dengan produk akhir D. Alat peraga yang mirip produk yang akan dibangun look–like–models E. Penerjemahan konsep teknikal yang berhubungan dengan kebutuhan dan perilaku konsumen kedalam bentuk perancangan termasuk aspek hukum produk dan aspek hukum yang melibatkan keamanan dan perlindungan terhadap konsumen. Kunci Jawaban A 2. Pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus sebagai sebuah produk, merupakan pengertian pengemasan menurut …. A. Kotler & Keller B. John Dalton C. Kotler D. Rangkuti E. Kellere Kunci Jawaban A 3. Dasar dari sebuah produk merupakan tahapan yang sangat penting dalam rencana pembuatan produk karena menyangkut keunggulan produk yang akan menentukan kemajuan suatu usaha di masa mendatang merupakan pengertian dari …. A. Working model B. Prototype produk C. Produk kemasan D. Model E. Costumers Kunci Jawaban B 4. Berikut ini yang bukan tahapan prototype adalah …. A. Pendefinisian produk B. Prototipe produksi C. Working model D. Pemodelan industry E. Prototipe rekayasa Kunci Jawaban D Soal PKK Prototype Produk Kelas 11 5. Merupakan alat peraga yang mirip produk yang akan dibangun look–like–models merupakan pengertian dari …. A. Model B. Prototipe C. Arsitektur D. Industri E. Perancangan Kunci Jawaban A 6. Simamora 2007 mengemukakan pengemasan mempunyai dua fungsi yaitu, kecuali…. A. Fungsi inovatif dan fungsi promosional B. Fungsi promosioal dan fungsi promosional C. Fungsi protektif dan fungsi anggaran D. Fungsi produk dan fungsi promosional E. Fungsi protektif dan fungsi promosional Kunci Jawaban A 7. Berkenaan dengan proteksi produk, perbedaan iklim, prasarana transportasi, dan saluran distribusi yang semua berimbas pada pengemasan. Dengan pengemasan protektif, para konsumen tidak perlu harus menanggung risiko pembelian produk rusak atau cacat. Merupakan pengertian dari fungsi pengemasan apa …. A. Fungsi promosial B. Fungsi protektif C. Fungsi anggaran D. Fungsi produk E. Fungsi inovasi Kunci Jawaban B 8. Kemasan dan pelabelan kemasan mempunyai beberapa tujuan, yaitu kecuali …. A. Physical production B. Reducing theft . C. Barrier protection D. Session production E. Information transmission Kunci Jawaban A 9. Melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya merupakan pengertian dari tujuan kemasan dari…. A. Barrier protection B. Reducing theft. C. Physical production D. Session production E. Information transmission Kunci Jawaban C Soal PKK Prototype Produk Kelas 11 10. Kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng meruapakan pemakaian beberapa kali …. A. Kemasan sekali pakai disposable B. Kemasan dipakai berulang kali C. Kemaasan siap pakai D. Kemasan tidak bias dipakai E. Kemasan steril Kunci Jawaban A 11. Kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus dan sebagainya, merupakan pengertian dari kemasan …. A. Primer B. Sekunder C. Tersier D. Kuarter E. Social Kunci Jawaban A 12. Bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya merupakan pengertian dari kemasan …. A. Tidak siap pakai B. Siap pakai C. Siap dirakit D. Siap dibuang E. Siap dibongkar Kunci Jawaban B 13. Dalam proses desain produk adalah membuat desain produk yang bermanfaat, istilah tersebut lebih dikenal dengan …. A. Estetic B. Unobtrusive C. Makes a product usefull D. Long lasting E. Anvironmentally friendly Kunci Jawaban C 14. Untuk membuat produk yang menarik diperlukan kreatifitas dalam bentuk …. A. Harga yang kompetitif B. Tempat usaha yang strategis C. Kualitas produk D. Kemasan yang menarik E. Penampilan produk Kunci Jawaban E 15. Dalam perusahaan apabila menginginkan produk atau usaha dapat bersaing dengan kompetitor yang lain maka harus memperhatikan beberapa hal yaitu …. A. Memahami kelemahan-kelemahan para pesaing B. Memahami keunggulan produk pesaing C. Memahami lingkungan perusahaan D. Memahami kebutuhan pelanggan di setiap segmen pasar E. Memahami kelebihan pesaing Kunci Jawaban E 16. Untuk membuat sebuah desain produk yang sesuai, maka kita perlu mengenali beberapa komponen yang terdapat pada produk. Komponen produk tersebut terdiri dari …. A. Merek, harga dan manfaat B. Merek, harga dan kemasan C. Merek, ide dan harga D. Merek, ide dan kemasan E. Merek, harga, desain Kunci Jawaban C 17. Salah satu alasan utama dalam melakukan pengemasan adalah …. A. Produk yang dikemas dapat lebih awet. B. Produk yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi C. Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan D. Sebagai media komunikasi suatu citra tertentu E. Produk yang dikemas untuk menutupi kekurangan Kunci Jawaban A 18. Secara umum kemasan memiliki fungsi, kecuali …. A. Melindungi dan mengawetkan produk B. Meningkatkan efisiensi C. Sebagai identitas produk D. Agar lebih menarik konsumen E. Agar terlihat berkualitas Kunci Jawaban B 19. Faktor yang mempengaruhi desain produk adalah …. A. Fungsi produk B. Warna produk C. Ukuran produk D. Tingkat persaingan E. Daya tahan produk Kunci Jawaban C Soal PKK Prototype Produk Kelas 11 \20. Standart dan spesifikasi produk meliputi …. A. Sambungan B. Ukuran C. Bentuk D. Mutu E. Harga Kunci Jawaban B 21. Pada proses pembuatan prototype ada yang memiliki fungsi untuk proses pengujian fungsional dari produk yang dikenal dengan …. A. Prototype rekayasa B. Prototype produk C. Rekayasa produk D. Rancangan produk E. Pengujian produk Kunci Jawaban B 22. Diagram alur proses produksi disebut juga dengan …. A. Produk digital B. Production flow chart diagram C. Tahapan produk D. Prototype E. Gambar produk Kunci Jawaban B 23. Istilah berikut merupakan model produk yang pertama yang akan dibuat, memperlihatkan bentuk serta fungsi yang sebenarnya, digunakan sebelum perusahaan memproduksi, disebut …. A. Produk B. Uji coba produk C. Prototype produk D. Gambar produk E. Rekayasa produk Kunci Jawaban B 24. Bentuk dari produk yang akan dibuat akan terlihat jelas satu dengan yang lainnya merupakan pengertian dari …. A. Pembuatan gambar kerja B. Membuat sketsa C. Membuat software D. Mengolah perusahaan E. Membuat denah Kunci Jawaban A 25. Salah satu tahapan – tahapan dalam merencanakan suatu produk, tahapan tersebut yaitu …. A. Membiarkan jika ada kerusakan B. Berpura pura tidak tahu C. Masa bodoh D. Memformulasikan hasil marketing research E. Membuat gambar kerja Kunci Jawaban E 26. Langkah pertama dalam menciptakan prototipe adalah untuk menciptakan …. A. Alur B. Gambar C. Konsep sketsa rinci atau diagram D. Bangunan E. Lapangan pekerjaan. Kunci Jawaban C 27. Kelebihan produk berupa jasa adalah …. A. Menghasilkan produk dalam bentuk fisik B. Memiliki alur proses produksi yang jelas. C. Membutuhkan tempat untuk memajang hasil produk D. Tidak membutuhkan tempat untuk memajang hasil produk E. Membutuhkan promosi berupa testimoni Kunci Jawaban D 28. Desain produk hiasan harus memiliki nilai estetik dan …. A. Keindahan B. Kemahalan C. Keunikan D. Kabaikan E. Kekuatan Kunci Jawaban B 29. Untuk mengetahui produk yang diinginkan pelanggan, product designer dapat memperoleh data dari …. A. Riset pemasaran B. Bagian penjulan C. Manajemen D. Personalia E. Manajer perusahaan Kunci Jawaban A Soal PKK Prototype Produk Kelas 11 30. Sketsa dibuat untuk mempermudah dalam pembuatan …. A. Gambar kerja B. Desain C. Produk D. Penjualan produk E. Rancangan produk Kunci Jawaban B 31. Agar suatu proses desain efektif, dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut, kecuali …. A. Karakteristik produk selaras dengan kebutuhan pelanggan B. Bisa memenuhi kebutuhan pelanggan C. Penggunaan waktu secara efisien D. Perkecil revisi yang diperlukan untuk membuat suatu desain yang dapat dikerjakan E. Melakukan pengembangan sesuai tuntutan pasar Kunci Jawaban D 32. Berikut kelebihan dari produk berupa barang antara lain …. A. Membutuhkan tempat untuk memajang hasil produk B. Membutuhkan tempat untuk penyimpanan barang berupa gudang C. Membutuhkan banyak karyawan D. Menghemat gaji karyawan E. Memiliki alur proses produksi yang jelas Kunci Jawaban E 33. Terdapat beberapa tahapan dalam proses produksi yaitu pengolahan bahan, pembentukan, perakitan dan proses …. A. Pemasaran B. Pembentukan C. Finishing D. Painting E. Produk Kunci Jawaban C 34. Fase yang berfungsi menjembatani interaksi antara perusahaan dengan pelanggan yaitu …. A. Perancangan produk B. Manufaktur C. Pemasaran D. Perancangan detail E. Perancangan konsep Kunci Jawaban A 35. Berikut yang tidak berkaitan dengan kegiatan produksi dalam teknik manufaktur yaitu …. A. Desain produk B. Perancangan proses produksi C. Manajemen produksi D. Semua jawaban salah E. Jawaban b dan c salah Kunci Jawaban B 36. Prototype yang digunakan untuk menentukan kebutuhan dan metode produksi dan dibangun pada skala sesungguhnya adalah …. A. Prototype produk B. Prototype rekayasa C. Rekayasa produk D. Rancangan produk E. Pengujian produk Kunci Jawaban A 37. Dalam riset pembuatan produk baru atau pengembangan produk yang sudah ada, perusahaan harus mempertimbangkan hal – hal sebagai berikut, kecuali …. A. Keinginan pelanggan dalam hal kegunaan B. Keinginan pelanggan dalam hal kualitas C. Biaya dari pembuatan produk baru atau pengembangan dari produk yang belum ada D. Keinginan pelanggan dalam hal modal dan warna dari produknya denga tidak mengabaikan penentuan harga E. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang dapat terjadi Kunci Jawaban C 38. Yang bukan merupakan kelebihan perencanaan, yaitu …. A. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang dapat terjadi B. Membantu penempatan tanggungjawab secara tidak tepat C. Meminimumkanpekerjaan yang tidak pasti D. Menghemat waktu, usaha, dan dana E. Menghemat waktu dan tenaga Kunci Jawaban B 39. Yang merupakan kelemahan perencanaan, kecuali …. A. Menghemat waktu dan tenaga B. Perencanaan cenderung menunda kegiatan C. Perencanaan mungkin terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi D. Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan terkadang berlebihan E. Menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan konsep yang telah dibuat Kunci Jawaban B 40. Yang dimaksud dengan prototype yaitu …. A. Bentuk dasar dari sebuah produk B. Penerjemahan konsep teknikal yang berhubungan dengan kebutuhan dan perilaku konsumen C. Menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan konsep yang telah dibuat D. Alat peraga yang mirip produk yang akan dibangun E. Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan terkadang berlebihan Kunci Jawaban B Nah itulah beberapa Kumpulan Soal PKK Prototype Produk Kelas 11 Lengkap Kunci Jawaban. Semoga dengan adanya Informasi Kumpulan Soal PKK Prototype Produk Kelas 11 Lengkap Kunci Jawaban dapat membantu ibu bapak dan ibu guru. Salam guru hebat. - Kemasan diperlukan untuk melindungi dan membungkus produk, serta menarik perhatian calon konsumen. Tentunya pemilihan kemasan harus disesuaikan dengan bentuk atau wujud produknya. Sebagai contoh, produk berupa cairan, lebih cocok dikemas dalam wadah berbahan dasar Nining Wahyuni, dkk dalam buku Panduan Pendirian Usaha Minyak Bangle dan Balsem Bangle 2020, kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi, serta elemen desain lainnya, seperti informasi produk. Dalam pemasaran, kemasan menjadi bagian pertama yang akan dihadapi calon konsumen. Oleh sebab itu, kemasan harus dibuat semenarik mungkin. Dikutip dari buku Inovasi dan Pengembangan Produk Pangan 2021 karangan Eko Waluyo dkk, ada empat fungsi kemasan produk, yakni Sebagai wadah Pelindung produk Media komunikasi Kenyamanan. Baca juga Makna dari Pernyataan Pada Saat Inilah Kemasan Mengambil Alih Tugas Penjualan Fungsi kemasan produk sebagai wadah Kemasan berfungsi untuk mewadahi produk agar mudah dibawa, dipindahkan, serta disimpan. Beberapa produk, seperti minyak goreng, minuman serbuk, tepung, dan minuman ringan membutuhkan kemasan sebagai wadah supaya mudah didistribusikan. Selain itu, kemasan sebagai wadah juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya kontaminan, dan sebagai upaya pemenuhan standar mutu produk. Pelindung produk Kemasan berfungsi untuk melindungi produk dari bahaya fisik, seperti gesekan, benturan, getaran, bahan kimia contohnya sinar UV, dan bahaya biologis contohnya bakteri dan jamur. Dalam fungsinya ini, kemasan juga berperan untuk melindungi produk dari segala sesuatu yang dapat menurunkan kualitasnya. Kemasan primer, sekunder, dan tersier adalah tiga kategori bahan pengemasan untuk berbagai jenis produk. Fungsi dari tiga kategori bahan pengemas ini yaitu untuk melindungi produk agar terhinda dari berbagai kotoran, debu, dan kontaminasi lainnya. Tujuannya agar tetap bagus sampai ke tangan konsumen. Sebelum produk sampai ke tangan konsumen, produk melewati banyak tahap terlebih dahulu. Mulai dari pembuatan produk dengan bahan baku, pengolahan, pengemasan, pendistribusian, hingga pemasaran. Baik dalam toko ritel maupun pemasaran lewat internet, produk rentan mengalami banyak kerusakan. Mulai dari pembusukan, pecah, rapuh, bocor, dan lain-lain. Tidak sedikit cerita para produsen yang barangnya terkena retur karena sudah tidak memenuhi standar toko ritel lagi. Melihat kasus yang seperti itu, keberadaan kemasan lantas menjadi komponen yang sangat penting dalam sebuah produk. Kemasan menjadi alat yang menjaga kualitas produk tetap baik walau produk melalui berbagai macam proses. Kemasan primer, kemasan sekunder, dan kemasan tersier dalam hal ini menjadi komponen yang sangat penting karena ketiganya akan sangat membantu produsen dalam membungkus suatu produk. Untuk penjelasan lebih lengkap, simak uraiannya berikut ini. 1. Kemasan Primer Secara sederhana, kemasan primer adalah kemasan yang secara langsung bersentuhan dengan produk. Produk yang secara langsung menyentuh permukaan kemasan, maka disebut sebagai kemasan primer. Ini menjadi salah satu kemasan yang pasti akan ada pada hampir semua produk. Kemasan primer dalam bahan plastik kemasan fleksibel bisa tercetak menjadi banyak bentuk. Yang paling banyak penggunaannya adalah bentuk sachet, dan standing pouch. Contoh sederhana dari kemasan primer misalnya seperti sebuah produk roti yang menggunakan kemasan sachet. Kemasan yang secara langsung bersentuhan dengan roti tersebut merupakan kemasan primer. Dalam hal ini, kemasan primer menjadi komponen utama untuk menjaga kualitas roti tersebut karena tidak ada lagi alat atau media yang menjaga kualitas produk roti selain kemasan primer tersebut. Tidak hanya sebagai alat yang melindungi produk, kemasan primer juga berfungsi sebagai media komunikasi produk ke pelanggan. Maksudnya adalah dengan memberikan informasi-informasi yang berkaitan dengan produk seperti nama produk, komposisi, tanggal pembuatan, cara pemakaian/penggunaan, dan sebagainya. Baca juga Plastik Bening VS Plastik Full Color, Produsen Pilih Mana, ya? Hindari menggunakan kemasan primer yang berwarna polos, transparan, bahkan hanya menggunakan lem saja. Kemasan primer yang seperti itu tidak bisa memberikan proteksi secara maksimal karena tidak ada fitur unggul untuk melindungi produk dari cahaya matahari atau udara. Kemasan polos dan transparan seperti itu juga akan menyulitkan produsen untuk menarik minat pelanggan. Hal ini tentu saja menjadi suatu perkara yang akan memberikan kemunduran usaha karena pelanggan sulit mengenali merek kamu. 2. Kemasan sekunder Selanjutnya adalah kemasan sekunder yang melindungi kemasan primer. Jika kemasan primer langsung menyentuh/mengontak produk, kemasan sekunder berfungsi untuk memberikan perlindungan tambahan dari kemasan primer. Kemasan sekunder juga sering disebut sebagai secondary packaging. Sebagai kemasan pelindung tambahan, kemasan sekunder tetap menjadi kemasan yang perlu untuk produk-produk tertentu seperti makanan. Hal ini karena produk makanan, terutama makanan segar memiliki tingkat kebusukan dan kerusakan yang tinggi. Maka dari itu, kemasan sekunder tetap perlu digunakan. Namun, produsen justru sering berhenti pada kemasan primer saja dan meninggalkan kemasan sekunder. Misalnya, produk roti pada kemasan primer dapat masuk ke kemasan yang lebih besar lagi. Selain dapat memuat jumlah roti lebih banyak, proteksi pada produk roti pun makin besar dengan adanya kemasan sekunder. 3. Kemasan Tersier Bagian terakhir dari tiga kategori ini adalah kemasan tersier. Jenis kemasan ini menjadi salah satu kemasan yang sangat berguna saat proses pengiriman barang. Kemasan tersier merupakan bagian akhir dari seluruh rangkaian proses pengemasan yang ada. Karena menjadi kemasan yang penggunaannya untuk menggabungkan kemasan primer dan sukender, biasanya kemasan tersier terbuat dari kardus, kayu, atau cardboard. Penggunaan jenis kemasan ini akan sangat membantu para produsen mengatur barang-barang agar tidak berceceran ke mana-mana. Kemasan tersier akan membantu efisiensi dan efektivitas dari proses-proses pengemasan dan pengiriman produk. Contoh dari kemasan tersier ini adalah kardus besar yang menampung banyak sekali produk yang sudah terkemas dengan kemasan primer dan sukender. Kemasan tersier ini akan sangat membantu untuk pasokan barang ke banyak toko distributor atau gudang-gudang. Selain para produsen yang akan memasarkan produk ke banyak toko ritel, para penjual online juga memerlukan kemasan tersier untuk menghindari produk dari kerusakan saat pengiriman. Kesimpulan Kemasan primer, kemasan sekunder, dan kemasan tersier pada dasarnya menjadi kategori kemasan yang akan sangat perlu untuk hampir semua produsen. Ketiga pengemasan ini akan berfungsi maksimal sehingga bisa membantu kamu melindungi produk di mana pun dan kapan pun. Mulai dari sekarang, jangan lupa juga untuk memilih kemasan primer yang benar sesuai dengan kebutuhan produk. Ingat, kemasan primer bersentuhan secara langsung dengan produk. Perhatikan pula penggunaan bahan kemasan primer. Jangan lupa juga kemasan primer punya fungsi membangun identitas produk. Baca juga RGB dan CMYK Dalam Percetakan Kemasan Fleksibel Full Color Selain itu, kemasan primer harus mampu memberikan informasi yang jelas ke konsumen. Saat ini para produsen bisa mencetak kemasan primer dengan mudah menggunakan sistem digital. Sistem ini memiliki kemampuan untuk memberikan pewarnaan lebih baik tanpa biaya berlebih. Ketika kemasan primer sudah bagus, para produsen juga sebaiknya menggunakan kemasan sekunder yang akan sangat membantu. Agar perlindungan lebih maksimal, produsen perlu menggunakan kemasan tersier sebagai pelindung paling luar. Tiga kategori pada kemasan ini ibarat tiga lapisan pelindung yang ada untuk melindungi produk dari berbagai ancaman. Maka dari itu, kemasan tidak bisa berdiri sendiri. Post Views 54,553 Kemasan merupakan salah satu elemen penting dalam sebuah produk. Pada dasarnya kemasan produk merupakan salah satu hal yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari proses pemasaran dan distribusi suatu produk kemasan yang dirancang dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan. Kemasan adalah bagian pertama dari produk yang dihadapi pembeli dan mampu menarik atau menyingkirkan pembeli. Tapi tahukah kamu definisi kemasan yang sebenarnya? Jika belum, yuk simak ulasan yang akan kami berikan di bawah ini. Pengertian Kemasan Secara umum kemasan adalah wadah atau pembungkus yang memiliki fungsi untuk mencegah atau meminimalkan kerusakan pada produk yang dikemas. Kemasan biasanya tentang bentuk, struktur, warna, gambar dan tipografi suatu produk. Perancangan ini dibuat agar produk tersebut memiliki kelayakan untuk diperdagangkan. Kemasan yang dibuat secara kreatif dan baik, akan mempengaruhi permintaan konsumen. Artinya produk dengan kemasan yang baik memiliki daya jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang kemasannya asal-asalan. Sementara itu, ada juga yang mengatakan bahwa pengertian kemasan produk adalah suatu bahan pembungkus produk yang berfungsi untuk menampung, melindungi, mengidentifikasi, dan mempromosikan produk. Dalam proses pelaksanaannya terdapat kegiatan untuk melindungi, melestarikan, mengangkut, memberikan informasi dan menjual suatu produk. Untuk itu, tujuan utama dari penyediaan kemasan untuk produk adalah untuk melindungi dan mencegah kerusakan pada produk yang dijual. Selain itu, kemasan juga berguna sebagai sarana informasi dan juga pemasaran yang baik dengan membuat desain kemasan yang kreatif, sehingga akan terlihat lebih menarik dan mudah diingat oleh konsumen atau pelanggan. Fungsi Kemasan Banyak perusahaan yang sangat memperhatikan pembungkusan suatu barang karena beranggapan bahwa fungsi kemasan tidak hanya sebagai pembungkus, tetapi jauh lebih luas dari itu. Simamora 2007 mengemukakan bahwa kemasan memiliki dua fungsi, yaitu 1. Fungsi Protektif Fungsi protektif ini berkenaan dengan perlindungan produk, perbedaan iklim, infrastruktur transportasi, dan saluran distribusi semuanya berdampak pada pengemasan. Dengan kemasan proteknif ini, konsumen tidak perlu menanggung risiko membeli produk yang rusak atau cacat. 2. Fungsi Promosional Peran kemasan umumnya terbatas pada perlindungan produk. Namun, kemasan juga digunakan sebagai alat promosi. Dalam hal promosi, perusahaan mempertimbangkan preferensi konsumen mengenai warna, ukuran, dan penampilan. Sedangkan menurut Kotler 1999228, ada empat fungsi kemasan sebagai alat pemasaran, yaitu Self Service, kemasan semakin berfungsi semakin lebih banyak dalam proses penjualan, dimana kemasan harus menarik, menyebutkan ciri-ciri produk, meyakinkan konsumen dan memberikan kesan menyeluruh yang mendukung produk. Consumer Offluence, konsumen bersedia membayar lebih untuk kenyamanan, penampilan, keandalan, dan prestise kemasan yang lebih baik. Company and brand image, perusahaan sangat mengenal kekuatan yang terkandung dalam kemasan yang dirancang dengan cermat dalam mempercepat konsumen untuk mengenali perusahaan atau merek produk. Inovational Opportunity. Metode pengemasan yang inovatif akan menguntungkan konsumen dan juga menguntungkan produsen. Selain berfungsi sebagai media pemasaran, kemasan juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu sebagai berikut Kemasan melindungi produk dalampergerakan. Salah satu fungsi dasar pengemasan adalah untuk mengurangi terjadinya kerusakan, pembusukan, atau kehilangan karena pencurian atau salah penempatan. Kemasan memberikan cara yang menarik untuk menarik perhatian suatu produk dan memperkuat citra produk. Kombinasi keduanya, pemasaran dan logistik dimana kemasan menjual produk dengan menarik perhatian dan mengkomunikasikannya. Tujuan Pengemasan Menurut Louw dan Kimber 2007, pengemasan dan pelabelan kemasan memiliki beberapa tujuan, yaitu 1. Physical Production, tujuannya untuk melindungi benda dari suhu, getaran, goncangan, tekanan dan sebagainya. 2. Barrier Protection, tujuan kemasan untuk melindungi dari resistensi oksigen, uap air, debu, dan sebagainya. 3. Containment or agglomeration, barang-barang kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk efisiensi transportasi dan penanganan. 4. Information transmission, informasi tentang cara mengangkut, mendaur ulang, atau membuang produk kemasan sering ditemukan pada kemasan atau label. 5. Reducting theft, kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik sangat membantu dalam pencegahan pencurian. Paket itu juga termasuk memberikan kesempatan sebagai alat anti-pencurian. 6. Convenience, fitur yang menambah kemudahan dalam pendistribusian, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, penutupan kembali, penggunaan dan penggunaan kembali. 7. Marketing, kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli agar membeli produk. Jenis – Jenis Kemasan Berdasarkan struktur isinya, kemasan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu 1. Pengemasan primer, yaitu bahan pengemas yang langsung menampung bahan makanan kaleng susu, botol minum, dan lain sebagainya. 2. Pengemasan sekunder, yaitu pengemasan yang fungsi utamanya untuk melindungi kelompok pengemasan lain, seperti kotak karton untuk kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah yang dikemas dan sebagainya. 3. Kemasan tersier dan kuarter, yaitu kemasan yang diperlukan untuk penyimpanan, pengiriman atau identifikasi. Kemasan tersier umumnya digunakan sebagai pelindung selama transportasi. Berdasarkan frekuensi penggunaannya, kemasan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu 1. Kemasan sekali pakai disposable, yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah sekali pakai. Misalnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, kardus, makanan kaleng. 2. Kemasan yang dapat digunakan berulang kali Multi Trip, kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang oleh konsumen, tetapi dikembalikan ke agen penjual untuk digunakan kembali oleh pabrik. Misalnya botol minum dan botol kecap. 3. Kemasan yang tidak dibuang Semi Disposable. Kemasan ini biasanya digunakan untuk keperluan lain di rumah konsumen setelah digunakan. Misalnya kaleng biskuit, kaleng susu dan berbagai jenis botol. Berdasarkan tingkat kesiapan penggunaannya, kemasan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu 1. Kemasan siap pakai, yaitu bahan kemasan yang siap diisi dalam bentuk yang sudah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya wadah botol, kaleng, dan lain sebagainya. 2. Kemasan siap dirakit, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum diisi, misalnya kaleng berbentuk lembaran dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik. Demikian artikel kami tentang pengertian kemasan lengkap beserta fungsi, kegunaan dan jenisnya. Semoga penjelasan kami bisa membantu, terutama menambah wawasan kamu mengenai kemasan. Terima kasih telah berkunjung. Loading next page... Press any key or tap to cancel.

kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya adalah kemasan