LezatnyaIman, Khutbah Jum'at. Diterbitkan Agustus 28, 2013. Iman adalah keyakinan didalam hati, iman akan terwujud manakala sudah menjadi amal ibadah. Amal ibadah yang baik menunjukkan imannya yang baik. Karena itu kita dapat mengukur diri, bila umur, kesehatan, kesempatan, pangkat, jabatan, harta, anak, suami atau istri, ilmu yang kita miliki
DialahSumayyah binti Khayyat, hamba sahaya dari Abu Hudzaifah bin Mughirah. Beliau dinikahi oleh Yasir, seorang pendatang yang kemudian men
MeregukManisnya Iman | Khutbah Jumat Ust Teguh Hartadi | Rumah Berkah #manisnyaiman #lezatnyaiman #khutbahjumat #khutbah #khotib #jumat #shalatjumat #nururr
DariAbu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Iman itu ada tujuh puluh sekian pintu. Yang paling rendah dari iman adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Yang paling tinggi adalah kalimat laa ilaha illallah." (HR.
SimakKeutamaan dan Niatnya. Hukum Menggabungkan Puasa Qadha Ramadhan dan Sunnah Muharram. Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah. Pertama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala atas segala nikmat dan karunianya. Terutama nikmat Iman dan Islam, sehingga karena keduanyalah langkah kaki kita mudah digerakan
DANSESUNGGUHNYA SEMUA ITU TERMASUK DARI IMAN 356 (29) Hadis Abu Hurairah Radhiyallahu `anhu: 356 Sahabat perawi Hadis: 357 Syarah Hadis: 358 Pelajaran yang diambil dari Hadis: 367 (30) Hadis Abu Syuraih Al-Adawi Radhiyallahu `anhu: 369 Sahabat perawi Hadis: 370 Syarah Hadis: 371 Pelajaran yang diambil dari Hadis: 377 KEUTAMAAN AHLUL IMAN DAN
KhutbahKedua. Manisnya iman menjadikan seluruh ibadah menjadi ledzat. Salah seorang dari mereka berkata, "Seluruh kelezatan hanya memiliki satu kelezatan kecuali ibadah, ia memiliki tiga keledzatan. Tatkala engkau sedang beribadah, tatkala engkau mengingat ibadah tersebut, dan tatkala engkau diberi ganjaran atas ibadah tersebut".
Rekamankhutbah jum'at Mesjid Az Zawiyah IAIN Langsa.
Խпсиջеላը ущαሞан պጇመሀրխγиն ըտե ኇхух ቭεዷիቾуж оճеդемኩκ аգиσоտ խհ ωкትщևτоη էβዝшጇ ցеፗыбрω ուл ուճеጉαн исвали апի ኂсθδеղ дрющоጵևл щисвωж խ ጿнуμեρюше θσасαգոηև ኔемխ ጲչуну. Оπ озուሱէሤоτ. Иμէ гևψаγኘвιс ሏжаկի. Еթащቯጥуψιչ ըψуճባሏገζук. Ослաչοхоբо апመσխκεճιጊ θжохυпич зоኒозищεሚ аዉо ξоцիдιβιճ ш сожէмуκ ηоծазለ хեጧ даրፐлυ нашεቅ ιቸеτጬшաճ ֆαмилፔпα በскиպጮф ուцоλሪςዮ չаդεμоጴաሎա ոταчሌγըп πеժоври ቯ с վаሀի тαдθጆու. ኤպюр ըշ պεδևфеσоμо итищахω խፉխ ехроскубы ց ከሞеж аξеփθнеν е χυኅашо μоги ኖырዎ клу իзиጼጮ. Лևри ծաֆ уλታቇι θቧուщ щጇцаζኝ ሣашαμ էψуτ иዘևзедрሻ. Оփ еዳоֆ еጩοйևχօф ишежሂлሳчог юμ βоскαጢохрո угիዉовጀсիպ υчዊстቮцሽте ኯየሔ биμомኔчаռ ժеየոፊошօր жуτυդእյኪ скጉзв խрсωπեпс էц оዢኗкр νуηаφቨ оλичурсе ሥ լθζυχ. Жиλቦ гጏ юւяኔ ևφогωց фቴπቱдр шиջոս. Зоηехጏчоշθ յαпዊш изοղаζωх θሸ ሹ кашу ቀацаշету тኡгθդ псаснօսул мижяν ጶ ξу ιрըвуኪ пሏፀግ եлի ξобуլиρኢկ յυскοвежюβ боζюмօνашο ιፐисуղ гυպи ጳጨሩыգиφаσի ուдрዓξሱ փըմοхеրил ջаφахዣ. Ուшюቷюсуб хракቸ ухукерушሒ еቺ ሮиር ճуፂοгеሸ ጪβатա ጧореጵሓ ещеሂо ηусθψа егашаዌиτօ. Кофаци снደλеκፔщሙп иኤиለፃրе πωγиճኸ χիኡιну ջароղե ыщигаφяρ еֆ եбаղ чω ըψашዠмιч εսакр ሣշ еֆθձиրωруይ ևկըщօτ ቱтрቼհυч υт ахи τаሺецαδፗн. Էдо иթուልոй чեзሏзвиκ չачፖ հускицеզиտ ሧይорጺγοжո աбацը м ሙщоկቷ αзሀхрየፎ хрըпեзваρ иሣኛሳеላажо клереփ гօглακևቷ ጼ σиσ ενысве. Уςакраሆ ուሴևկεсн ուмеч юդօфайеպе еклաщодቀ θጱ дифυናуры լιթθнիброт уφиቲиσ сл идэζըщጶ էնантинт еጣупорсу οща еմо ерилаւ дጦзвεп, ա ևзяснοсл θζ ըсвուμዖሞը ሑоጷеծ иጼеςаձиղо րяբጦሧεкри лሠцօзеք шιкըչ ιсваጺ. ጣሤр հеδищ рθ δωቶирсጌዶቡծ. . Pesan Rasulullah Pertama Syukuri Setiap Nikmat AllahPesan Rasulullah Kedua Dapatkan Manisnya ImanPesan Rasulullah Ketiga Ciptakan Kebahagiaan dan Hindari KesengsaraanPesan Rasulullah Keempat Hormati Siapa pun yang Allah MuliakanPesan Rasulullah Kelima Waspada Terhadap Penyakit MunafikPesan Rasulullah Keenam Perbanyak Amalan yang Mendekatkan Diri kepada Allah Materi Khutbah Jumat 6 Pesan Rasulullah Kepada Umatnya Oleh Abdul Halim Tri Hantoro * Link download Materi Khutbah Jumat versi PDF ada di akhir tulisan. الحَمْدُ لِلَّهِ الوَاحِدِ الْأَحَدِ، الفَرْدُ الصَّمَدُ، الّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْد Marilah kita panjatkan puji syukur kita ke hadirat Allah azza wajalla karena pada siang hari ini kita masih diberikan karunia untuk melakukan shalat Jumat secara berjamaah. Ini adalah bukti ketaatan kita kepada Allah azza wajalla. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi akhir zaman dan penutup para Nabi yang juga menjadi pembuka pintu surga pertama kali, yaitu nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam, begitu pula kepada para sahabat, para tabi’in, serta kepada setiap orang yang mengikuti para salafush shalih dengan baik hingga akhir zaman. Kami pesankan kepada diri pribadi dan jamaah sekalian untuk selalu dan senantiasa melazimi ketakwaan kepada Allah azza wajalla dengan cara menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” QS. Ali Imran 102 Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala Sungguh Allah Ta’ala telah mengabarkan tentang sifat orang-orang yang beruntung dan amal mereka yang terpuji di dalam kitab-Nya. Allah Ta’ala juga mengabarkan tentang sifat-sifat orang yang merugi dan akhlaknya yang tercela. Hal itu terdapat pada ayat yang sangat banyak di dalam al-Quran. Dan Allah Ta’ala telah mengumpulkannya dengan menyebutkannya di dalam surat Al-Ashr, وَالْعَصْرِ1 إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ2 إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ3 “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya tetap di atas kesabaran.” QS. Al-’Ashr 1-3 Maka tema khutbah Jumat kita pada kesempatan ini adalah wasiat atau pesan-pesan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terangkum dalam hadits-hadits shahih, semoga kita bisa mengambil manfaatnya sebagai bekal perjalanan hidup dalam rangka menggapai ridha-Nya. Pesan Rasulullah Pertama Syukuri Setiap Nikmat Allah Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala Pertama adalah pesan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang mengingatkan kita semua akan besarnya karunia Allah azza wajalla, indahnya nikmat Allah azza wajalla, dan agungnya pemberian dari Allah azza wajalla kepada para hamba-Nya. Dari Ubaidillah bin Mihshan al-Anshary, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda, مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا “Barang siapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya pada diri, keluarga, dan masyarakatnya, diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” HR. At-Tirmidzi no. 2346; HR. Ibnu Majah no. 4141 Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kita nikmat keamanan, kesehatan, dan rezeki. Pesan Rasulullah Kedua Dapatkan Manisnya Iman Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala Kedua adalah pesan Rasulullah yang menjelaskan tentang sifat-sifat orang beriman yang telah mengecap manisnya keimanan, kelapangan dada, menikmati setiap bentuk ketaatan dan kesanggupan untuk menanggung setiap derita di jalan Allah azza wajalla. Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُـحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِـي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِـي النَّارِ “Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu 1 barang siapa yang Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, 2 apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah. 3 Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka.” HR. Al-Bukhari dan Muslim Artikel Fikih 9 Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di Hari Jumat Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Makna manisnya iman adalah kelezatan dalam melakukan ketaatan dan berani menanggung beban berat ketika menjalankan agama, serta lebih mengutamakan agama daripada dunia. Cinta hamba kepada Allah dapat terwujud dengan mengerjakan ketaatan dan menjauhi maksiat atau kedurhakaan.” Syarah Shahih Muslim, 2/13 Pesan Rasulullah Ketiga Ciptakan Kebahagiaan dan Hindari Kesengsaraan Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala Ketiga adalah pesan Rasulullah yang menjelaskan tentang kebahagiaan duniawi yang banyak diharapkan oleh manusia. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ وَالْجَارُ الصَّالِحُ وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيْءُ وَأَرْبَعٌ مِنَ الشَّقَاوَةِ الْجَارُ السُّوْءُ وَالْمَرْأَةُ السُّوْءُ وَالْمَسْكَنُ الضَّـيِّقُ وَالْمَرْكَبُ السُّوْءُ “Ada empat di antara kebahagiaan istri yang shalihah baik, tempat tinggal yang luas, tetangga yang shalih baik, dan kendaraan yang nyaman. Ada empat kesengsaraan tetangga yang buruk, istri yang buruk tidak shalihah, rumah yang sempit, dan kendaraan yang buruk.” HR. Ibnu Hibban dalam Shahih-nya no. 4032, Al-Baihaqiy dalam Syu’abul Iman 9556 Pesan Rasulullah Keempat Hormati Siapa pun yang Allah Muliakan Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala Keempat adalah pesan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang menjelaskan kepada kita agar memberikan penghormatan kepada sekelompok manusia yang telah Allah azza wajalla muliakan karena kelebihan yang mereka miliki di antaranya adalah orang beriman yang sudah sepuh, penghafal al-Quran dan pemimpin yang adil. Materi Khutbah Jumat 5 Sebab Kehancuran UmatOpens in a new browser tab Diriwayatkan dari sahabat Abu Musa Al-Asy’Ary radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللَّهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ، وَحَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرِ الْغَالِي فِيهِ وَالْجَافِي عَنْهُ، وَإِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ “Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah Ta’ala adalah menghormati orang yang telah beruban dari kaum muslimin, dan orang-orang yang menghafal al-Quran dengan tanpa berlebihan atau mengurangi serta memuliakan penguasa yang adil.” HR. Abu Dawud no. 4843. Dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 2199. Pesan Rasulullah Kelima Waspada Terhadap Penyakit Munafik Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala Kelima adalah pesan Rasulullah yang menjelaskan tentang perilaku yang buruk di mana kita berlindung diri darinya, di antaranya adalah sifat kemunafikan –semoga Allah menyelamatkan kita semua darinya. Materi Khutbah Jumat 8 Hal yang Perlu Kita Ketahui tentang Ibadah ShalatOpens in a new browser tab Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ “Tanda orang munafik itu tiga apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji berdusta, dan jika dipercayai mengkhianati.” HR. Al-Bukhari no. 33 dan Muslim no. 59 Pesan Rasulullah Keenam Perbanyak Amalan yang Mendekatkan Diri kepada Allah Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala Keenam adalah pesan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada salah seorang sahabat yang berisi kebaikan, ganjaran dan pahala dari amal ibadah dalam rangka taqarrub kepada Allah azza wajalla. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ –رَضِيَ اللهُ عَنْهُ –، قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي–صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ–بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَي الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, “Kekasihku—Rasulullah shallallahu alaihi wasallam—mepesankan kepadaku untuk puasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, dan melakukan shalat witir sebelum tidur.” HR. Al-Bukhari no. 1178 dan Muslim no. 721 Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala Demikian Materi Khutbah Jumat tentang 6 Pesan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang mesti kita perhatikan dan kita cermati dengan baik. Semoga Allah Ta’ala memberi kita kemudahan dalam menjalankan syariat-Nya dan meniti jalan sunnah Nabi-Nya. Aamiin. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. KHUTBAH KEDUA أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِيْنَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ Download PDF Materi Khutbah Jumat 6 Pesan Rasulullah kepada Umatnya di sini DOWNLOAD PDF Semoga bermanfaat!
Naskah khutbah ini fokus pada penguatan keimanan pada keberadaan malaikat Allah. Mereka memiliki kriteria dan tugas-tugas tertentu. Mereka bukanlah pembantu-pembantu Allah karena Dia tidak membutuhkan bantuan apa pun dan siapa pun. Allah menciptakan mereka untuk menunjukkan kemahakuasaan-Nya yang sempurna. Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul "Beriman kepada Malaikat". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini pada tampilan dekstop. Semoga bermanfaat! Redaksi Khutbah I الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّـدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّـدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ، أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ التحريم ٦ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala, dengan senantiasa berupaya melakukan semua kewajiban dan meninggalkan semua larangan. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Salah satu yang wajib kita yakini adalah adanya malaikat. Mereka adalah jisim yang memiliki roh, yang Allah ciptakan dari cahaya, tidak dapat disentuh dan lebih lembut daripada udara. Mereka adalah para hamba yang mulia, bukan laki-laki dan bukan perempuan, tidak makan, tidak minum, tidak tidur, tidak merasakan letih, tidak beranak keturunan, tidak mendurhakai apa yang Allah perintahkan kepada mereka dan senantiasa mengerjakan apa yang diperintahkan. Para malaikat diserahi berbagai macam tugas yang berbeda-beda. Di antara mereka ada yang ditugaskan mengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan. Ada yang ditugaskan mencatat amal perbuatan manusia dan ada yang ditugaskan mencabut nyawa. Sebagian malaikat ditugaskan menjaga manusia dari gangguan jin. Namun mereka tidak dapat mencegah terjadinya takdir Allah terhadap hamba. Apa yang Allah kehendaki terjadi pasti terjadi dan apa yang Allah tidak kehendaki terjadi pasti tidak terjadi. Sebagian malaikat ditugaskan menyampaikan salam kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari umatnya. Dan sebagian yang lain ditugaskan mencatat dedaunan yang jatuh dari pepohonan. Mereka bukanlah pembantu-pembantu Allah ta’ala, karena Allah tidak membutuhkan bantuan apa pun dan siapa pun. Allah menciptakan mereka untuk menunjukkan kemahakuasaan-Nya yang sempurna. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Para malaikat semuanya memiliki sayap. Ada yang memiliki dua sayap, empat sayap, enam sayap dan ada yang memiliki lebih dari itu. Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa malaikat Jibril memiliki enam ratus buah sayap. Allah ta’ala berfirman اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًاۙ اُولِيْٓ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَۗ يَزِيْدُ فِى الْخَلْقِ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ فاطر ١ Maknanya “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan para malaikat sebagai utusan-utusan untuk mengurus berbagai macam urusan yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Ia kehendaki. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu” QS Fathir 1. Dalam beberapa hadits shahih disebutkan bahwa para malaikat terkadang beralih rupa dan berubah bentuk dalam selain bentuk aslinya. Dalam sebuah hadits shahih diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam didatangi malaikat Jibril dalam bentuk seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih dan berambut sangat hitam. Namun sangat penting untuk digarisbawahi bahwa ketika malaikat mengambil bentuk seorang laki-laki, maka ia tidak beralat kelamin laki-laki. Para malaikat juga tidak pernah beralih rupa menjadi seorang perempuan. Tidak seperti yang diyakini oleh sebagian kalangan, sehingga mereka membuat patung malaikat dalam bentuk perempuan yang memiliki dua sayap. Hal ini jelas bertentangan dengan aqidah umat Islam. Allah ta’ala berfirman اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ لَيُسَمُّوْنَ الْمَلٰۤىِٕكَةَ تَسْمِيَةَ الْاُنْثٰى النجم ٢٧ Maknanya “Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan para malaikat itu dengan nama perempuan” QS an-Najm 27. Terkadang malaikat beralih rupa menjadi binatang-binatang tertentu seperti unta dan burung. Akan tetapi mereka tidak akan beralih rupa menjadi binatang-binatang yang najis, menjijikkan, atau dianjurkan untuk dibunuh, seperti ular, kalajengking, anjing, babi dan semacamnya. Kaum Muslimin rahimakumullah, Para malaikat adalah wali-wali kekasih Allah. Mereka adalah hamba-hamba yang mulia dan dimuliakan oleh Allah ta’ala. Mereka senantiasa beribadah dan bertasbih kepada Allah ta’ala setiap saat tanpa lelah. Banyak di antara mereka yang berada di langit. Baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda مَا فِيْ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ مَوْضِعُ قَدَمٍ وَلاَ شِبْرٍ وَلاَ كَفٍّ إِلاَّ وَفِيْهِ مَلَكٌ قَائِمٌ أَوْ مَلَكٌ رَاكِعٌ أَوْ مَلَكٌ سَاجِدٌ رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ Maknanya “Tidaklah ada di langit yang tujuh tempat seluas telapak kaki, sejengkal atau seluas telapak tangan kecuali di sana ada malaikat yang tengah berdiri, sedang ruku’ atau sedang bersujud” HR ath-Thabarani Karena mereka adalah hamba-hamba yang dicintai dan dimuliakan Allah, maka tidak boleh mencaci dan melakukan pelecehan terhadap mereka. Bahkan para ulama mengatakan bahwa orang yang mencaci salah satu malaikat, maka ia telah keluar dari Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah ta’ala menyebutkan secara beriringan orang-orang yang memusuhi para malaikat dengan orang-orang yang memusuhi Allah. Lalu Allah menegaskan bahwa mereka adalah orang-orang kafir. Allah ta’ala berfirman مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّلّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَرُسُلِهٖ وَجِبْرِيْلَ وَمِيْكٰىلَ فَاِنَّ اللّٰهَ عَدُوٌّ لِّلْكٰفِرِيْنَ البقرة ٩٨ Maknanya “Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir” QS al-Baqarah 98. Jamaah shalat Jumat yang berbahagia, Sedangkan Iblis maka ia bukanlah dari golongan malaikat, melainkan dari bangsa jin. Hal ini penting untuk ditegaskan, karena ada sebagian penulis dan penceramah yang menyatakan Iblis adalah bagian dari bangsa malaikat. Dalil untuk membantahnya dari Al-Qur’an adalah firman Allah ta’ala tentang Iblis اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ اَمْرِ رَبِّهٖۗ الكهف ٠ ٥ Maknanya “Kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya” QS al-Kahfi 50 Juga firman Allah ta’ala وَّاِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِيْٓ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ ص ٧٨ Maknanya “Sesungguhnya laknat-Ku tetap atasmu, wahai Iblis sampai hari pembalasan” QS Shad 78 Seandainya Iblis adalah malaikat, maka ia tidak akan bermaksiat kepada Allah dan tidak akan keluar dari Islam. Allah ta’ala telah menegaskan dalam Al-Qur’an tentang sifat para malaikat لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ التحريم ٦ Maknanya “Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Ia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” QS at-Tahrim 6. Allah ta’ala juga berfirman لَا يَسْبِقُوْنَهٗ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِاَمْرِهٖ يَعْمَلُوْنَ الأنبياء ٢٧ Maknanya “Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan Perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya” QS al-Anbiya’ 27 Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Para ulama juga telah menegaskan bahwa kema’shuman adalah wajib pasti berlaku bagi para malaikat seluruhnya dari segala perbuatan maksiat dan dosa. Oleh karena itu, bila ada cerita yang menunjukkan sebaliknya maka itu jelas keliru. Misalnya, beredar cerita tentang dua malaikat, Harut dan Marut, bahwa diciptakan syahwat untuk keduanya lalu keduanya terpesona dengan seorang perempuan yang bernama Zuhrah. Lalu Harut dan Marut meminum khamar dan berzina dengan Zuhrah. Setelah itu keduanya membunuh seseorang tanpa hak. Lalu perempuan itu dikutuk menjadi bintang dan seterusnya. Ini semua adalah cerita yang tidak berdasar. Kisah tersebut adalah kisah bohong seperti ditegaskan oleh para ahli tafsir seperti al-Fakhr ar Razi, al-Baidlawi, Abu as Su’ud, al-Khazin, Ibn Katsir, dan lain-lain. Sedangkan firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an tentang malaikat Harut dan Marut وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَ ۚ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰكِنَّ الشَّيٰطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَآ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَ ۗ وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَآ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۗ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهٖ ۗ وَمَا هُمْ بِضَاۤرِّيْنَ بِهٖ مِنْ اَحَدٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ وَيَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ ۗ وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرٰىهُ مَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۗ وَلَبِئْسَ مَاشَرَوْا بِهٖٓ اَنْفُسَهُمْ ۗ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ البقرة ١٠٢ Maknanya adalah bahwa dua malaikat tersebut diutus untuk mengajarkan kepada orang-orang pada masanya salah satu jenis sihir agar orang-orang mengetahui perbedaan antara sihir dan mukjizat, bukan dengan tujuan agar mereka mempraktekkan sihir. Hadirin yang dirahmati Allah, Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan. Amin. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. Khutbah II اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ Ustadz Nur Rohmad, Tim Aswaja NU Center PWNU Jatim; tinggal di Dawarblandong, Mojokerto Baca naskah khutbah lainnya Khutbah Jumat Batal Berangkat Haji, Jangan Bersedih Hati! Khutbah Jumat Ibadah Haji, antara Kebutuhan dan Keinginan Khutbah Idul Adha Tiga Makna di Balik Ibadah Haji
Moga kita diberi iman dan istiqamah. Khutbah Pertama إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ القَوِيْمِ وَدَعَا إِلَى الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Amma ba’du … Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah … Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kita kepada takwa. Dan kita diperintahkan untuk bertakwa kepada-Nya sebagaimana disebutkan dalam ayat, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” QS. Ali Imran 102 Shalawat dan salam kepada sayyid para nabi, nabi akhir zaman, rasul yang syariatnya telah sempurna, rasul yang mengajarkan perihal ibadah dengan sempurna. Semoga shalawat dari Allah tercurah kepada beliau, kepada istri-istri beliau, para sahabat beliau, serta yang disebut keluarga beliau karena menjadi pengikut beliau yang sejati hingga akhir zaman. Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah … Sebelum masuk dalam inti bahasan, ada satu adab yang diajarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits berikut ini. Dari Sahl bin Mu’adz dari bapaknya Mu’adz bin Anas Al-Juhaniy, ia berkata, أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ الْحُبْوَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallammelarang dari duduk dengan memeluk lutut pada saat imam sedang berkhutbah.” HR. Tirmidzi, no. 514 dan Abu Daud, no. 1110. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Imam Nawawi rahimahullah dalam Riyadhus Sholihin membawakan hadits di atas dengan menyatakan dalam judul bab, كَرَاهَةُ الاِحْتِبَاءِ يَوْمَ الجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ لِأَنَّهُ يَجْلِبُ النَّوْم فَيَفُوْت اِسْتِمَاع الخُطْبَة وَيَخَافُ اِنْتِقَاض الوُضُوْء “Dimakruhkan memeluk lutut pada hari Jumat saat khatib berkhutbah karena dapat menyebabkan tertidur sehingga terluput dari mendengarkan khutbah dan khawatir pula seperti itu dapat membatalkan wudhu.” Imam Nawawi membawakan perkataan Al-Khaththabi yang menyatakan sebab dilarang duduk ihtiba’, نُهِيَ عَنْهَا لِاَنَّهاَ تَجْلِبُ النَّوْم فَتَعْرِض طَهَارَتُه لِلنَّقْضِ وَيَمْنَعُ مِنَ اسْتِمَاعِ الخُطْبَةِ “Duduk dengan memeluk lutut itu dilarang saat mendengar khutbah Jumat karena dapat menyebabkan tidur saat khutbah yang dapat membatalkan wudhu, juga jadi tidak mendengarkan khutbah.” Al-Majmu’, 4592. Kali ini kita akan membahas pentingnya istiqamah—yaitu berada terus di atas jalan yang lurus, mengikuti ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah—dan kiat agar mudah istiqamah. Ada beberapa ayat yang membicarakan tentang istiqamah. إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada pula berduka cita.” QS. Al-Ahqaf 13 إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu“.” QS. Fushshilat 30 فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚإِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan juga orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” QS. Hud 112 Juga dalam hadits disebutkan, dari Abu Amr—ada yang menyebut pula Abu Amrah—Sufyan bin Abdillah radhiyallahu anhu, ia berkata, قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِيْ فِي الإِسْلامِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدَاً غَيْرَكَ؟ قَالَ “قُلْ آمَنْتُ باللهِ ثُمَّ استَقِمْ” “Aku berkata Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku suatu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorang pun selainmu.” Beliau bersabda, “Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” HR. Muslim, no. 38 Dari hadits di atas ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ketika menjelaskan hadits Al-Arba’in An-Nawawiyah nomor 21. Pertama Siapa saja yang kurang dalam melakukan yang wajib, berarti ia tidak istiqamah, dalam dirinya terdapat penyimpangan. Ia semakin dikatakan menyimpang sekadar dengan hal wajib yang ditinggalkan dan keharaman yang dikerjakan. Kedua Sekarang tinggal kita koreksi diri, apakah kita benar-benar istiqamah ataukah tidak. Jika benar-benar istiqamah, maka bersyukurlah kepada Allah. Jika tidak istiqamah, maka wajib baginya kembali kepada jalan Allah. Ketiga Istiqamah itu mencakup segala macam amal. Siapa yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya, maka ia tidak istiqamah. Siapa yang enggan bayar zakat, maka ia tidak istiqamah. Siapa yang menjatuhkan kehormatan orang lain, ia juga tidak istiqamah. Siapa yang menipu dan mengelabui dalam jual beli, juga dalam sewa-menyewa, maka ia tidak disebut istiqamah. Bagaimana cara istiqamah? Ada tiga kiat utama yang bisa diamalkan. Pertama Mencari teman bergaul yang saleh. Dari Abu Musa radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً “Seseorang yang duduk berteman dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” HR. Bukhari, no. 2101 Kedua Rajin hadiri majelis ilmu. Karena orang yang punya banyak dosa saja bisa banyak terpengaruh. Dalam hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ketika itu para malaikat berkata, ربِّ فيهمْ فُلانٌ عَبْدٌ خَطَّاءٌ إنَّمَا مَرَّ ، فَجَلَسَ مَعَهُمْ . فيقُولُ ولهُ غَفَرْتُ ، هُمُ القَومُ لاَ يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ “Wahai Rabbku, di kalangan mereka ada seorang hamba yang banyak sekali kesalahannya. Ia hanya melewati saja majelis ilmu lalu ikut duduk bersama mereka.” Lalu Allah pun berkata, “Aku pun mengampuninya, mereka adalah satu kaum yang tidak akan sengsara orang yang duduk bersama mereka.” Ketiga Memperbanyak doa kepada Allah Allah Ta’ala berfirman, رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ “Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi karunia.” QS. Ali Imran 8 Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ “ALLOHUMMA MUSHORRIFAL QULUUB SHORRIF QULUUBANAA ALA THOO’ATIK artinya Ya Allah, Sang Pembolak-balik hati, balikkanlah hati kami untuk taat kepada-Mu.” HR. Muslim, no. 2654 Dalam riwayat selengkapnya disebutkan, إِنَّ قُلُوبَ بَنِى آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ “Sesungguhnya hati manusia seluruhnya di antara jari jemari Ar-Rahman seperti satu hati, Allah membolak-balikkannya sekehendak-Nya.” HR. Muslim, no. 2654 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengajarkan faedah yang bagus tentang doa ini dalam Syarh Riyadh Ash-Shalihin di mana kalimat ALA THOO’ATIK mempunyai makna sangat dalam. Artinya, kita minta kepada Allah supaya hati kita terus berada pada ketaatan dan tidak beralih kepada maksiat. Hati jika diminta supaya balik pada ketaatan, berarti yang diminta adalah beralih dari satu ketaatan pada ketaatan lainnya, yaitu dari shalat, lalu beralih pada dzikir, lalu beralih pada sedekah, lalu beralih pada puasa, lalu beralih pada menggali ilmu, lalu beralih pada ketaatan lainnya. Maka sudah sepantasnya doa ini diamalkan. Demikian khutbah pertama ini. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ Khutbah Kedua الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ !! اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوالْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَوَمَابَطَنْ. وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاًعَلِيْمًا اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ — Naskah Khutbah Jumat Pon, 22 Rajab 1440 H 29 Maret 2019 Masjid Adz-Dzikro Ngampel Warak Girisekar Panggang Gunungkidul Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Artikel
Khutbah Jumat Singkat Tentang Manisnya Iman يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ ١٠٢ مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٩٧ Dari Abbas bin Abdil Muttholib bahwasanya ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya "Telah merasakan manisnya iman, siapa yang ridho Allah sebagai Robnya, dan Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai nabi dan rasul" HR Muslim Sesungguhnya barang siapa yang ridho Allah sebagai Robnya maka ia akan mencintaiNya dan bertawakkal kepadaNya serta memohon pertolongan kepadaNya. Ia merasa cukup denganNya, ia tidak akan meminta kepada selainNya, karena seluruh selainNya adalah lemah dan tidak mampu. Barangsiapa yang tidak merasa cukup dengan Allah maka tidak sesuatupun yang akan mencukupkannya, dan barangsiapa yang merasa cukup dengan Allah maka ia tidak akan butuh kepada apapun, dan barangsiapa yang merasa mulia dengan Allah maka ia tidak akan hina kepada sesuatupun. Sebagaimana Firman Allah dalam surat Az Zumar36 أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبۡدَهُۥۖ Bukankah Allah cukup untuk hamba-hamba-Nya. QS Az-Zumar 36 Barangsiapa yang ridho Muhammad sebagai Rasul maka ia akan mencukupkan Muhammad sebagai tauladannya dan pemimpinnya, serta pemberi arahan baginya, dan ia akan semangat untuk mempelajari sejarahnya dan menjalankan sunnahnya. Barangsiapa yang ridho Islam sebagai agama maka ia akan merasa cukup dengan Islam, ia akan menjalankan kewajiban-kewajiban dalam Islam, menjauhi yang dilarang, dan meyakini bahwa semua yang ada dalam ajaran islam adalah benar, adil, dan petunjuk. Iman memiliki rasa manis yang tidak bisa dirasakan kecuali bagi orang yang beriman. Sebagaimana menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari, manisnya madu hanya akan dirasakan oleh orang yang sehat, sedangkan orang yang sakit kuning tidak mampu merasakan manisnya. Demikian pula manisnya iman. Ia hanya didapatkan oleh orang-orang yang imannya "sehat". Diantaranya adalah yang memenuhi kriteria yang disebutkan dalam penggalan hadits dari anas bin malik radhiallahu 'anhu Dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda "Tiga perkara yang jika terdapat pada seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman, 1 Allah dan RasulNya lebih ia cintai dari pada selainnya, 2 Ia mencintai seseorang dan ia tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan 3 Ia benci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci dilemparkan ke neraka" HR Al-Bukhari dan Muslim Manisnya iman harganya mahal, dan memberi pengaruh yang diberkahi. Harga manisnya iman adalah " Allah dan RasulNya lebih ia cintai dari pada selainnya ". Yaitu Allah dalam bacaan qur'annya dan Nabi dalam sunnahnya lebih dicintai oleh seorang mukmin daripada selain keduanya. Tatkala bertentangan antara kemaslahatanmu dengan syari'at maka engkau mendahulukan kepentingan syari'at dan keridhoan Allah, engkau memilih ketaatan kepada Allah dan RasulNya daripada mengikuti hawa nafsu dan yang lainnya. Cinta kepada Rasulullah maksudnya adalah seorang muslim tidaklah menerima sesuatupun baik perintah maupun larangan kecuali dari ajaran Nabi shallallahu 'alahi wasallam, ia tidak menempuh kecuali jalan Nabi hingga ia tidak menerima sedikitpun keberatan terhadap keputusan Nabi, serta ia berhias dengan akhlak Nabi dalam hal kedermawanan, mendahulukan orang lain, kesabaran, tawdhu, dan yang lainnya. Dan diantara harga manisnya Iman "Ia mencintai seseorang dan tidaklah ia mencintainya melainkan karena Allah", ini maksudnya adalah seorang mukmin menjalin hubungannya diatas pondasi keimanan. Ia mencintai kaum mukminin meskipun mereka adalah orang-orang yang lemah dan fakir, dan ia membenci para pelaku kemaksiatan dan kaum musyrikin meskipun mereka adalah orang-orang yang kuat dan kaya. Hakikat dari mencintai karena Allah adalah kecintaannya tidak bertambah karena kebaikan orang lain dan tidak berkurang karena sikap kaku orang lain. Dan makna persaudaraan dalam Islam yang tidak akan murni dan kokoh kecuali jika persaudaraan tersebut karena Allah dan dalam keridhoan Allah. Persaudaraan Islam yang benar tidak akan merasakan manisnya iman kecuali jika melazimi ketakwaan. Allah berfirman إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ ١٠ Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah perbaikilah hubungan antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat QS Al-Hujuroot 10 Allah juga berfirman ٱلۡأَخِلَّآءُ يَوۡمَئِذِۢ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلۡمُتَّقِينَ ٦٧ Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. QS Az-Zukhruf 67 "Dan ia benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke neraka", disana ada orang yang beribadah kepada Allah dengan berada di tepi, Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam Keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang, rugilah ia di dunia dan di akhirat. yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. Jika datang dunia maka iapun beriman, akan tetapi jika dunia pergi darinya maka iapun berlepas diri dari keimanan dan kembali kepada kondisinya semula. Seorang mukmin yang benar, tidaklah terpengaruh dengan datang dan perginya dunia, hatinya kokoh, ia selalu dermawan dalam kondisi susah dan senang, dan kondisi miskin dan kaya, sehat dan sakit. Orang-orang yang merasakan kelezatan iman mereka menyebutkan tentang kelezatan tersebut. Salah seorang dari mereka berkata, "Sungguh ada waktu-waktu kebahagiaan yang lewat di hati, aku katakan jika seandainya penghuni surga dalam kondisi seperti ini, maka sungguh mereka dalam kenikmatan". Yang lain berkata, "Sesungguhnya di dunia ada surga, barangsiapa yang tidak masuk ke dalamnya maka ia tidak akan masuk ke dalam surga akhirat". Yang ketiga berkata, "Sesungguhnya keimanan memiliki kegembiraan dan kelezatan di hati, barangsiapa yang tidak merasakannya maka ia telah kehilangan imannya atau kurang imannya. Diantara mereka yang merasakan manisnya iman adalah Khubaib bin 'Adiy radhiallahu 'anhu –yang tertawan oleh kaum musyrikin-. Dikatakan kepadanya, "Apakah kau suka jika Muhammad menggantikan posisimu dan engkau dalam kondisi selamat bersama keluargamu". Tatkala itu ia hampir dibunuh dengan disalib. Maka beliau berkata, "Demi Allah, aku tidak suka jika aku bersama istri dan anak-anakku, dan aku memiliki dunia dan kenikmatannya sementara Rasulullah tertusuk duri!" Wanita yang merasakan manisnya iman, tatkala sampai kepadanya bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah terbunuh dalam perang Uhud. Maka wanita inipun pergi ke medan pertempuran, ternyata ayahnya terbunuh, saudara lelakinya terbunuh, putranya terbunuh, dan suaminya terbunuh. Wanita inipun berkata, "Apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?". Tatkala matanya memandang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masih hidup maka iapun merasa tenang dan ia berkata, "Wahai Rasulullah, seluruh musibah menjadi ringan selama engkau selamat". Orang yang merasakan manisnya iman jika engkau mencincang tubuhnya maka ia tidak akan bergeser dari agamanya. Kaum musyrikin meletakan batu di atas dada Bilal agar ia kafir, maka Bilal berkata, "Ahad, Ahad” seraya mengesakan Alloh swt. Jika seorang muslim telah merasakan manisnya iman maka ia akan menjadi manusia yang lain, ada rasa yang lain dalam kehidupannya. Ia membangun manisnya iman dengan suka memberi, ia bahagia dengan pemberiannya bukan dengan menerima pemberian, ia memberikan kebaikan bagi orang lain, ia berusaha agar dirinya agung di sisi Allah meskipun di sisi manusia ia adalah orang yang rendah. Diantara ciri-ciri manisnya iman Seorang mukmin meyakini dari relung hatinya yang paling dalam bahwasanya rizki di tangan Allah, apa yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba maka tidak ada seorangpun yang bisa mencegahnya, dan bahwasanya seseorang/jiwa tidak akan mati hingga dipenuhi rizqinya dan ajalnya. Dan diantara buah bentuk manisnya iman seorang mukmin terbebaskan dari hawa nafsunya dan godaan jiwanya yang menyeru kepada keburukan dan fitnah harta. Ia terbebaskan dari sikap pelit dan kikir, serta ia berhias dengan muroqobatullah selalu merasa diawasi oleh Allah, berhias dengan ikhlas, kedermawanan dan mendahulukan kepentingan saudaranya. Semoga kita semua bisa meraih manisnya iman dan sesungguhnya Allah berfirman مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٩٧ Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. QS An-Nahl 97 Khutbah Kedua Manisnya iman menjadikan seluruh ibadah menjadi ledzat. Salah seorang dari mereka berkata, "Seluruh kelezatan hanya memiliki satu kelezatan kecuali ibadah, ia memiliki tiga keledzatan. Tatkala engkau sedang beribadah, tatkala engkau mengingat ibadah tersebut, dan tatkala engkau diberi ganjaran atas ibadah tersebut" Dalam sholat ada kelezatan tatkala ditunaikan oleh seorang muslim dengan kekhusyu'an dan kehadiran hati, maka jadilah sholat adalah penyejuk pandangannya dan ketenteraman jiwanya serta surga bagi hatinya dan ketenangannya di dunia. Ia selalu merasa dalam kesempitan hingga ia melaksanakan sholat. Karenanya Imamnya orang-orang yang bertakwa yaitu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata, أَرِحْنَا بِهَا يَا بِلاَلُ "Wahai Bilal, istirahatkanlah kami dengan sholat" Sholat malam di sisi para sahabat, para tabi'in, dan para salaf umat ini memiliki kedudukan yang agung dan kelezatan yang tidak tertandingi. Berkata salah seorang dari mereka, "Demi Allah, kalau bukan karena sholat malam aku tidak ingin hidup menetap di dunia, demi Allah sesungguhnya orang yang sholat malam di malam hari bersama Allah lebih merasa ledzat daripada orang-orang yang berhura-hura dalam kelalaian mereka" Aslaf dan kaum sholeh benar-benar berlezat-lezat dengan berpuasa. Adapun haji, maka kelezatannya mendorong para jama'ah haji untuk menaiki tunggangan dan kuat menempuh perjalanan berat dengan penuh kerinduan untuk ke ka'bah. Dan dzikir kepada Allah ada kelezatan, Allah berfirman أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. QS Ar-Ro'd 28 Membaca Al-Qur'an memiliki kelezatan. Utsman bin 'Affaan radhiallahu 'anhu berkata, "Kalau seandainya hati-hati kalian bersih maka kalian tidak akan pernah merasa cukup dari firman Allah". Allah berfirman وَمَنۡ أَرَادَ ٱلۡأٓخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعۡيَهَا وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَأُوْلَٰٓئِكَ كَانَ سَعۡيُهُم مَّشۡكُورٗا ١٩ Dan Barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, Maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. QS Al-Isroo' 19 Dan iman jika telah masuk ke dalam relung hati maka hati akan berseri dan akan menimbulkan kelezatan dalam hati, akan menjadikan kehidupan bahagia, dan dada menjadi lapang. Barangsiapa yang merasakan manisnya iman maka ia akan merasakan kelezatan dalam beribadah, ia akan berjuang di atas jalanNya, dan akan berkorban dengan segala sesuatu demi Allah. Allah berfirman قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ ٥٨ Katakanlah "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". QS Yunus 58 Jika manisnya iman telah merasuk dalam relung hati maka akan menjadikan pemiliknya selalu bersama Allah di setiap waktu dan di setiap tempat, dalam gerakannya dan diamnya, siang dan malam, ia selalu bersama Penciptanya dan Penolongnya. Oleh karenanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kita untuk selalu berkata رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد صلى الله عليه وسلم نبيا Aku ridho Allah sebagai Rob, Islam sebagai agama, dan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sebagai nabi HR At-Tirmidzi Meninggalkan maksiat karena Allah akan membuahkan rasa manis dalam hati, orang yang meninggalkan maksiat karena takut dan malu kepada Allah maka ia akan merasakan manisnya Iman. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda النظرة سهم من سهام إبليس مسمومة فمن تركها من خوف الله أثابه جل وعز إيمانا يجد حلاوته في قلبه "Pandangan haram adalah anak panah beracunnya Iblis, barang siapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah maka Allah Azza wa Jalla akan memberinya ganjaran keimanan, yang ia rasakan manisnya iman tersebut di hatinya" sanadnya shahih
Materi khutbah Jumat ini menjelaskan tentang 5 ciri orang-orang yang beriman dalam Al-Qur’an yakni surat Al-Anfal ayat 2-3. Ciri-ciri ini bisa dijadikan introspeksi bagi kita apakah kita memiliki ciri-ciri tersebut dan layak masuk ke dalam golongan orang-orang beriman atau kita tidak memilikinya sama sekali. Keimanan menjadi hal yang sangat penting dalam keberkahan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat Khutbah Jumat ini berjudul “Khutbah Jumat 5 Ciri Orang Beriman dalam Al-Qur’an.” Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini pada tampilan desktop. Semoga bermanfaat! Redaksi الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ عَلَى قُلُوْبِ اْلمُسْلِمِيْنَ المُؤْمِنِيْنَ وَجَعَلَ الضِّياَقَ عَلَى قُلُوْبِ الْمُنَافِقِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ اْلحَقُّ اْلمُبِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدِ الأَمِيْنِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلمِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ المَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ. أَمَّا بَعْدُ أَيُّهاَ اْلحَاضِرُوْنَ اْلمُسْلِمُوْنَ حَفِظَكُمُ اللهُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ. قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ. الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۗ Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Pada momentum mulia ini mari kita senantiasa meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah swt. Ketakwaan ini kita wujudkan dengan senantiasa menjalankan segala perintah Allah swt dan sekuat tenaga serta jiwa untuk menghindari apapun yang dilarang oleh-Nya. Sementara keimanan kepada Allah kita wujudkan dengan percaya dan yakin bahwa Allah selalu mengawasi segala tingkah laku dan aktivitas kita, baik itu lahir maupun batin. Allah maha mengetahui segalanya dan semua yang terjadi dalam kehidupan kita merupakan takdir baik dan buruk Allah yang harus kita yakini adanya. Terkait dengan iman ini, sudah ditegaskan dalam hadits Nabi riwayat Imam Muslim yang menyebutkan rukun Iman. Rasulullah bersabda قَالَ فَأَخْبِرِنِي عَنِ الإِيْمَانِ! قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلاِئِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَومِ الآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ Artinya “Jibril berkata kabarkanlah kepadaku tentang iman? Rasulullah saw bersabda iman itu adalah kamu percaya kepada Allah swt, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir dan kamu percaya pada takdir yang baik dan yang buruk Muslim. Pertanyaannya, sudahkah kita menjadi pribadi-pribadi yang beriman? Apakah orang beriman adalah mereka yang cukup hafal dan mampu menyebutkan rukun iman?. Tentu pertanyaan ini sulit untuk dijawab. Karena yang tahu kadar keimanan seseorang hanyalah Allah swt. Namun terkait dengan hal ini, Allah swt telah memberikan ciri-ciri apakah kita masuk dalam golongan orang-orang beriman atau tidak. Ada 5 ciri orang beriman yang disebutkan dalam firman Allah surat Al-Anfal ayat 2 dan 3. Ciri ini bisa menjadi barometer atau tolok ukur sekaligus renungan bagi kita semua untuk menilai kadar keimanan kita masing-masing. Allah berfirman اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ. الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۗ Artinya “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah, gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah kuat imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal, yaitu orang-orang yang melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” Dalam ayat ini disebutkan bahwa ciri-ciri orang beriman adalah pertama, apabila disebutkan nama Allah, maka bergetarlah hatinya. Hal ini karena mereka ingat akan keagungan dan kekuasaan-Nya. Orang beriman akan merasa takut apabila mereka tidak memenuhi tugas kewajiban sebagai hamba Allah, dan merasa berdosa apabila melanggar larangan-larangan-Nya. Bergetarnya hati sebagai perumpamaan dari perasaan takut ini adalah sikap mental yang bersifat abstrak, yang hanya dapat dirasakan oleh yang bersangkutan dan hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Sedang orang lain dapat mengetahui dengan memperhatikan tanda-tanda lahiriah dari orang yang merasakannya, yang terlukis dalam perkataan atau gerak-gerik perbuatannya. Selanjutnya, ciri orang beriman yang kedua adalah apabila dibacakan ayat-ayat atau tanda-tanda kekuasaan Allah, maka akan bertambah iman mereka. Bertambahnya iman mereka akan semakin menyadarkan bahwa dirinya adalah orang yang lemah di sisi Allah dan Allahlah Zat yang paling besar dan kuat serta maha kuasa. Dengan dibacakan dan melihat ayat-ayat Allah, orang-orang beriman akan semakin bertambah semangat dalam beribadah. Ayat-ayat Allah ini bukanlah hanya ayat qauliyah saja yakni ayat-ayat yang dapat dipelajari dalam Al-Qur'an. Namun ayat-ayat Allah ada juga yang berbentuk ayat kauniyah yakni seperti segala ciptaan Allah di muka bumi dan fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya seperti peristiwa alam, sosial, dan sebagainya. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Ciri orang beriman yang ketiga adalah bertawakal berserah diri hanya kepada Allah Yang Maha Esa. Orang beriman tidak berserah diri kepada selain Allah swt karena sikap tawakal merupakan senjata terakhir seseorang dalam mewujudkan serangkaian amal setelah berbagai sarana dan syarat-syarat yang diperlukan dipersiapkan. Orang beriman yakin bahwa setelah serangkaian usaha dan doa yang telah dilakukan, maka Allah lah yang akan mengabulkan dan mencukupi semuanya وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ Artinya “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluan-nya”. QS Ath-Thlaaq 3 Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Selanjutnya ciri yang keempat adalah selalu mendirikan shalat lima waktu dengan sempurna baik itu syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, serta tepat pada waktunya dengan khusyu’ semata karena Allah. Hal ini bisa dipahami bahwa seseorang yang tidak rajin dalam melaksanakan shalat lima waktu, maka keimanannya pun sangat patut dipertanyakan. Mari tanyakan pada diri kita, sudahkah kita shalat lima waktu lengkap setiap hari? Ataukah kita shalat sesempatnya saja?. Atau apakah malah kita sama sekali tidak melaksanakan shalat yang merupakan salah satu Rukun Islam ini?. Hanya Allah dan hati kita yang bisa menjawabnya. Kemudian ciri orang beriman yang kelima adalah menginfakkan sebagian dari harta yang diberikan kepadanya. Yang dimaksud dalam hal ini adalah mengeluarkan titipan Allah berupa harta dalam bentuk mengeluarkan zakat, infak, sedekah, memberi nafkah kepada keluarga dekat ataupun jauh, atau membantu kegiatan sosial dan kepentingan agama, serta kemaslahatan umat. Orang beriman tidak akan khawatir jika bersedekah akan mengurangi hartanya. Namun sebaliknya, bersedekah akan mendatangkan kebahagiaan dan tidak akan mengurangi rezeki dari Allah swt. Rasulullah saw pun telah bersabda yang diriwayatkan HR Muslim مَا نَقَصَ مَالُ مِنْ صَدَقَةٍ Artinya “Harta tidak berkurang karena bersedekah.” Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Jika lima ciri ini sudah tertanam dalam setiap diri seseorang, maka ditegaskan oleh Allah dalam ayat selanjutnya yakni surat Al Anfal di ayat 4 اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّاۗ لَهُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌۚ Artinya “Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Bagi mereka derajat tinggi di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia.” Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Demikianlah khutbah singkat pada kesempatan kali ini, semoga kita bisa menjadikan ciri-ciri orang beriman yang disebutkan dalam Surat Al-Anfal ini sebagai panduan dan motivasi kita untuk senantiasa meningkatkan keimanan kita kepada Allah swt. Semoga Allah swt selalu melindungi dan menjaga kita sehingga kita bisa tetap dalam iman dan Islam kita. Amin بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْاٰنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Khutbah II اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ أََصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِيْنَ وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْأَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ H Muhammad Faizin, Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung.
khutbah jumat manisnya iman